isi Halaman

Informasi Menarik dan Seru

Kamis, 25 Juli 2019

Jenis-Jenis Alergi Pada Anak Yang Sering Terjadi

Jenis-Jenis Alergi Pada Anak Yang Sering Terjadi

Alergi pada anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada si kecil. anak dengan gangguan alergi tertentu terkadang tumbuh dengan berat badan lebih rendah. Anak juga tidak bebas beraktivitas karena harus hati-hati agar tidak terpapar alergen. Namun sebenarnya anak dengan gangguan alergi dapat tumbuh sama cerdas dan sehatnya dengan anak tanpa alergi. Asalkan orang tua teliti dan tanggap dalam menjaga asupan gizinya.

Beberapa Jenis Alergi Yang Sering Dialami Anak

Alergi pada anak biasanya terjadi karena riwayat alergi yang ada pada kedua orang tua dan saudara kandungnya. Jika salah satu orang tua atau saudara kandung mengidap alergi tertentu, kemungkinan anak mengidap alergi yang sama juga lebih besar. Berikut adalah beberapa jenis alergi yang sering sekali dialami anak-anak.

Alergi susu sapi

Alergi susu sapi berbeda dengan lactose intolerance atau intoleransi laktosa. Pada lactose intolerance, tubuh tidak bisa mentoleransi adanya laktosa pada susu sapi karena tubuh tidak bisa mencerna laktosa dengan baik. Sementara alergi susu sapi terjadi karena sistem imunitas di tubuh anak bereaksi terhadap protein susu sapi. Reaksi ini akan menyebabkan ruam, gatal, batuk, sesak, demam, mual dan muntah. 

Untuk mengatasi alergi susu sapi ini, orang tua harus mengganti asupan susu formula menjadi susu formula berbahan dasar soya. Atau bisa juga dengan memilih susu formula yang berlabel hypoallergenic.

Alergi debu dan tungau debu

Alergi ini akan menyebabkan si kecil sangat sensitif terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Alergi debu menyebabkan si kecil bersin-bersin, batuk, pilek, hingga sesak napas. Atasi dengan membersihkan ruangan dengan seksama dan teratur. Ganti sprei dan gorden paling tidak seminggu sekali dan hindari meletakkan terlalu banyak barang di kamar si kecil. memasang air purifier juga dapat membantu.

Alergi seafood

Anak dengan alergi ini akan mengalami reaksi ruam, merah, gatal, sakit pencernaan hingga penyempitan saluran napas. Udang dan kerang-kerangan adalah dua makanan yang paling sering memicu alergi ini, walaupun jenis seafood lainnya juga bisa memicu hal yang sama. Orang tua harus pandai-pandai mengatur asupan protein anak agar tetap tumbuh sehat. Selain seafood, makanan yang tinggi protein hewani misalnya daging dan ikan sungai.

Alergi udara

Anak dengan alergi ini akan sensitif sekali pada perubahan suhu dan lingkungan.  Biasanya suhu yang terlalu dingin atau panas, atau perubahan iklim yang terlalu mencolok akan mengundang alergi Ananda. Reaksi yang terjadi biasanya ruam, bentol-bentol atau yang sering disebut biduran, bersin dan pilek. Alergi ini relatif sulit dikendalikan. Biasanya obat dari dokter akan diperlukan agar si kecil kembali sehat.

Merawat Si Kecil Yang Memiliki Alergi

Merawat anak yang memiliki alergi memang gampang-gampang susah. Orang tua dituntut untuk lebih peka, lebih teliti dan lebih kreatif agar asupan gizi dan stimulasi si kecil terpenuhi. 

Variasikan menu makanan.

Terutama bagi Ananda yang memiliki alergi seafood atau susu sapi, orang tua dituntut untuk lebih kreatif memilih menu agar si kecil tetap tumbuh sehat. Ikan sungai, daging, almond, susu kambing dan susu soya adalah beberapa jenis makanan alternatif yang bisa memenuhi kebutuhan protein anak. Hati-hatilah dalam memperkenalkan beberapa jenis makanan seperti telur atau olahan susu karena bisa memicu alerginya.

Pastikan lingkungan bersih

Bukan berarti anak tidak bebas bermain di ruang terbuka, tapi mengusahakan agar lingkungan dan udara tetap bersih akan membantunya agar lebih nyaman. Pakaikan masker saat akan berjalan-jalan dengan motor, misalnya. Atau nyalakan air purifier saat bermain di dalam ruangan.

Beritahu orang sekitar

Pengasuh, guru, keluarga dekat adalah sebagian orang yang harus tahu riwayat alergi si kecil. Hal ini untuk mencegah mereka memberi makanan atau membawa si kecil ke tempat dimana alerginya bisa kambuh. Cantumkan jenis alergi dan pantangan anak saat mengisi formulir sekolah.

Walau kesannya lebih repot, namun merawat anak dengan alergi sebenarnya tidak terlalu sulit. Dengan penanganan yang baik, alergi pada anak tidak akan jadi momok bagi kesehatannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Blognya Winda | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com