isi Halaman

Informasi Menarik dan Seru

Kamis, 21 Mei 2020

Suraji, Penyandang Disabilitas yang Ikhlas Menjadi Guru Ngaji


Suraji, Penyandang Disabilitas yang Ikhlas Menjadi Guru Ngaji

Jangan pernah mengatakan hidup tidak adil karena Allah SWT sudah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Dibalik kekurangan yang diberikan Sang Maha Kuasa, manusia memiliki kelebihan masing-masing. Seperti kisah inspiratif dari seorang penyandang tunadaksa ini, ia tidak pernah mengeluh dengan apa yang diberikan Pemberi Kehidupan. Yuk, simak kisah Suraji yang memiliki ratusan santri belajar ilmu Al-Qur’an!

Siapa sosok inspirator bernama Suraji?

Suraji merupakan laki-laki penyandang disabilitas yang tinggal di Jakarta atau mudah menemukan sang guru di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Sejak kecil Suraji tidak bisa berjalan akibat penyakit polio yang ia derita. Meskipun tidak memiliki fisik yang sempurna, semangat Suraji kecil dalam belajar ilmu agama tidak pernah padam. Diketahui ia pernah belajar di Pondok Pesantren Al Kamal, Kedoya, Jakarta Barat.

Perjalanan hidup Suraji memang tidak mudah saat ia memiliki kekurangan fisik yang tidak bisa berjalan. Tekad hidup yang kuat dan tidak ingin menyusahkan orang lain membuat Suraji nekat berjualan koran di depan gedung TVRI atau kawasan Senayan sejak tahun 1980an. Dulu Suraji berjualan koran dengan merangkak, namun ia bersyukur bertemu pemilik bengkel yang bersedia membuatkan sepeda tiga roda secara gratis untuk memudahkan aktivitas harian sang guru ngaji.

Kini Suraji telah menikah dan memiliki anak yang sukses menjadi guru setelah lulus dari Perguruan Tinggi Panca Sakti. Sedangkan sang anak bungsu baru lulus SMA tahun 2018 yang lalu berkat perjuangan Suraji yang menjual koran dan pulsa. Setelah pulang bekerja, Suraji mengajar anak-anak yang ingin belajar ilmu dasar Al-Qur’an tanpa dipungut biaya sepeser pun. Suraji mengaku ikhlas mengajar ilmu mengaji tanpa bayaran karena ia ingin ilmu yang dimiliki bisa bermanfaat untuk orang lain.

Kini Suraji memiliki banyak santri, namun terkendala dengan tempat belajar mengingat rumah yang masih sempit. Jika ada donatur yang tergerak untuk membantu biaya pembangunan rumah, Suraji ingin mewakafkan sebidang tanah 100 meter di dekat rumah yang akan ia jadikan sebagai tempat belajar mengaji yang nyaman. Sebuah niat tulus yang patut diteladani dari sosok penyandang tunadaksa yang tidak pernah menyerah.

Kisah Suraji membuat kita berpikir untuk bersyukur dan melakukan hal yang lebih baik di bidang agama. Jika Suraji yang tidak memiliki kesempurnaan fisik saja mampu berbuat baik melalui langkah nyata, sudahkah kita melakukan hal yang sama?

Kebaikan untuk Guru Ngaji Suraji

Suraji merupakan sosok lelaki tangguh yang tidak pernah menyerah dengan keadaaan. Ia mampu bangkit berdiri dan memiliki kehidupan yang baik seperti orang yang memiliki fisik sempurna lain. Bahkan Suraji memilih menjadi guru mengaji yang akan mendapatkan pahala amal jariyah yang tidak akan pernah terputus.

Lewat campaign #AwaliDenganKebaikan, Anda bisa mewujudkan impian sang guru ngaji untuk mendirikan tempat belajar yang lebih nyaman. Kita bisa memberikan kebaikan kepada Suraji yang telah ikhlas mengajarkan ilmu agama tanpa pamrih dengan kesempatan umroh ke Tanah Suci. Anda bisa menjadi peserta produk asuransi syariah dari Allianz Syariah yang akan membantu orang-orang baik seperti Suraji.

Dengan memiliki asuransi syariah Indonesia, Anda turut serta memberikan kebahagiaan atau sumbangsih sosial kepada orang-orang yang membutuhkan lewat fitur-fitur menarik. Tak hanya sedekah saja, Anda bisa memiliki jaminan perlindungan finansial diri dan keluarga. Menyediakan payung sebelum hujan turun jauh lebih baik, bukan? Yuk, segera daftarkan polis Anda dan dapatkan manfaat dari asuransi syariah sekarang juga!



0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Blognya Winda | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com